Senin, 16 Mei 2011

CONTOH KASUS DALAM KE HAMILAN DAN MELAHIR KAN MAKALAH




BAB I
PENDAHULUAN
1.1        LATAR BELAKANG

            Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia saat ini masih tinggi. World Healthy Organization (WHO) mencatat tiap tahunnya lebih dari 500 ribu perempuan meninggal karena hamil,melahirkan (mudanijah,2008).
Status kesehatan di suatu Negara ditentukan salah satunya oleh Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB),apabila AKI dan AKB nya kecil maka dikatakan satus kesehatan Negara tersebut baik. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tinggi telah lama menggundang perhatian pemerintah . Menurut hasil berbagai survei, tinggi rendahnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) disuatu Negara dapat dilihat dari kemampuan untuk memberikan pelayanan obstetric yang bermutu dan menyaluruh.
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia yang merupakan Negara berkembang masih tinggi yaitu 307 per 100.000 apabila dibandingkan dengan Angka Kematian Ibu (AKI) di Negara maju.Angka Kematian Ibu di negarra maju berkisar 10 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan di Jawa Barat Angka Kematian Ibu lebih tinggi dari angka kematian Nasional yaitu 377 per 100.000 kelahiran hidup (http:IL www Dinkes.go.id )
Hasil survei demografi kesehatan Indonesia (SKDI) tahun 2007 menyebutkan bahwa angka kematian ibu di Indonesia adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup, angka kematian ibu mengalami penurunan jika di banding tahun 2002-2003 yaitu 307 per kelahiran hidup . Penyebab langsung kematian ibu adalah sebagai berikut: perdarahan 28%, pre eklamsi dan eklamsi 24%, infeksi 11%, komplikasi puerperium 8%, tauma obstetric 5%, emboli obstetric 3% (Ridwan Amirudin).
Menurut WHO (2000) 500.000 perempuan meninggal dunia setiap tahunya Negara berkembang ibu hamil dan bersalin mempunyai resiko kematian 200 kali lebih besar daripada Negara maju. Angka kematian ibu di Negara maju berkisar 30 per 100.000 kelahiran hidup,sedangkan Negara berkembang berkisar antara 800 per kelahiran hidup . Ini merupakan sebagai akibat dari komplikasi kehamilan dan melahirkan ,angka kesakitan yang diakibatkan oleh infeksi pra dan pasca persalinan bahkan lebih tinggi yakni 15 kali lebih dari angka kematian (Depkesm.200:1)
Hasil perhitungan Badan Pusat Statitiska Provinsi Jawa Barat, AKI tahun 2007 sebesar 300 per kelahiran hidup, penybab kematian maternal yaitu perdarahan 40,8 %, infeksi 6,1 %, eklamsi 14%, dan lain-lain 28,2%, dan tahun 2008 tercatat 343 per kelahiran hidup(Data Biro Pusat Statitiska,2008).
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Garutmasih tinggi hingga Tahun 2007 yaitu AKI mencapai 55 kasus dari 100.000 kelahiran hidup.Data tersebut jauh melampaui AKI Nasional pada Tahun 2007 hanya mencapai 258 kasus per 100.000 kelahiran.
Factor penyebab tinggi Angka Kematian tersebut antara lain perdarahan, eklamsi, aborsi tidak aman, partus macet, komplikasi puerperium,trauma obstetric, dan lain-lain. Dan yang menjadi peyebab paling dominan adalah perdarahan yang mencapai angka kematian 28% dan penyebab lainya rata-rata kurang dari 11% (www.journalbogor.com
Penyebab langsung kematian ibu adalah Perdarahan,infeksi dan eklamsi.Sedangkan penyebab tidak langsung kematian ibu adalah anemia,kurang energy kronis(KEK) dan keadaan 4 terlalu ( terlalu muda,tua,sering dan banyak). Kematian ibu juga diwarnai oleh hal-hal nonteknis yang masuk kategori peyebab mendasar, seperti rendahnya status wanita, ketidakberdayaan dan taraf pendidikan yang rendah.(Saefuddin,2006:6)
Kualitas pelayanan kesehatan,khususnya pelayanan kesehatan maternal dan neonatal dipengaruhi oleh banyak factor,namun kemampuan tenaga kesehatan (bidan,dokter,dokter spesialis) merupakan salah satu factor utama,mengingat kira-kira 90% kematian ibu terjadi sekitar saat persalinan dan 95% penyebab sering tidak dapat diperkirakan,maka upaya mempercepat AKI adalah mengupayakan agar ibu setiap persalinan ditolong atau minimal (didampingi oleh bidan) pelayanan obstetric sedekat mungkin kepada semua ibu hamil dan pemeriksaan kehamilan secara teratur ( Saefuddin,2006:7)
Banyak kematian ibu dapat dicegah dan diturunkan, misalnya kematian akibat perdarahan dengan persalinan tepat dan cepat dan dengan ditolong oleh tenaga-tenaga kesehatan yang terlatih  dan terdidik. Persediaan darah yang cukup,toxaemia dengan prenatal care(perawatan dan pengawasan sebelum melahirkan,jadi perawatan dan pengawasan selama masa kehamilan) yang teliti,infeksi dengan kebersihan badan, pertolongan aseptis dan dengan antibiotika.
Berdasarkan latar belakang di atas,maka pada kesempatan ini penulis akan membahas kasus dengan judul “Asuhan kebidanan Komprehensif Pada Ny.Y G2P1A0 GRAVIDA            Minggu Fisiologis Di BPS Bidan E kp.Gandamirah Tambaksari Kecamatan Leuwigoong Garut Tahun 2011.”



1.2              Maksud dan Tujuan Studi Kasus
1.2.1        Tujuan Umum
            Tujuan umum dari studi kasus ini yaitu meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan “Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. Y G2P1A0 GRAVIDA 41 minggu fisiologis di BPS Bidan E  Kp.GandamirahDesa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong Garut Tahun 2011.
1.2.2        Tujuan Khusus
a.       Dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil.
b.      Dapat melaksanakan asuhan kebidanan  pada ibu bersalin dari kala I – IV.
c.       Dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada Bayi Baru Lahir (BBL).
d.      Dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas.
1.2.3     Mangfaat Studi Kasus
1.2.4     Bagi Penulis
            Sebagai sarana belajar komprehensif bagai penulis untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dalam rangka menambah wawasan khususnya asuhan kebidananan , serta dapat mempelajari kesenjangan yang terjadi di masyarakat.



1.2.5        Bagi Instansi Pendidikan
            Hasil asuhan kebidanan ini dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa dalam meningkatkan proses pembelajaran dan data dasar untuk asuhan kebidanan komprehensif selanjutnya.
1.3              Manfaat Studi Kasus
1.3.1        Lokasi
            Lokasi studi kasus ini yaitu di BPS Bidan E kp.Gandamirah Desa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong Garut.
1.3.2        Waktu
            Adapun waktu studi kasus ini yaitu mulai tanggal 7 maret sampai dengan 21 mei 2011.
1.4              Sistematika Penulisan
                        Sistematika studi kasus ini tediri dari 5 bab,yaitu :
Bab I               Tentang penyuluhan yang berisi tentang latar belakang,maksud dan tujuan, mangfaat, lokasi, dan waktu, serta sistematika penulisan
            Bab II              Tentang Tinjauan Teori mengenai kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir serta asuhan-asuhan yang sesuai diberikan oleh tenaga kesehatan pada ibu hamil, melahirkan, nifas, bayi baru lahir dan kontrasepsi. Selain itu, mejelaskan tentang pendokumentasian Asuhan Kebidanan (ASKEB) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan khususnya bidan dalam memberikan asuhan komprehensif.
Bab III             Tentang tinjauan Kasus yang berisikan tentang asuhan kebidanan pada Ny.Y berupa data subjektif dan data objektif.Dimana data tersebut diperoleh dari anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik.Dimana data tersebut ditulis dalam bentuk pendokumentasian SOAP.
Bab IV            Tentang pembahasan yang berisikan tentang asuhan Komprehensif yang diberikan kepada Ny.Y G2P1A0 GRAVIDA 41-42  minggu fisiologis .
Bab V              Tentang Kesimpulan dan saran yang berisikan tentang keesimpulan asuhan komprehensif dari uraian yang telah dibahas dari bab-bab sebelumnya serta saran dari penulis bagi pembaca.




BAB II
            TINJAUAN TEORITIS
2.1 KONSEP DASAR TEORI
2.1.1 KEHAMILAN
2.1.1.1 Pengertian
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin.Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan di bagi dalam 3 triwulan,triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.
Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional ibu serta perubahan social dalam keluarga.Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai yang diharapkan. System penilaian resiko tidak dapat memprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah dalam kehamilanya. Oleh karena itu pelayanan atau asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal.
Ibu hamil sebaiknya di anjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia mersa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal.
2.1.2 Asuhan Kebidanan Pada ibu Hamil
            2.1.2.1 Pengertian
Antenatal Care adalah pengawasan sebelum pengetahuan persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam Rahim. (Manuaba,2002:129).
2.1.2.2 Tujuan Asuhan Antenatal
1)      Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
2)      Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu dan bayi.
3)      Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum,kebidanan dan pembedahan.
4)      Mempersiapkan  persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat,ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5)      Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eklusif.
6)      Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.
2.1.2.3 Kebijakan program
1)      Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan.
·               Satu kali pada triwulan pertama
·               Satu kali pada triwulan kedua
·               Dua kali pada triwulan ketiga
2)      Pelayanan standar minimal termasuk “7T”
·               (Timbang) berat badan .
·               Ukur (Tekanan) darah.
·               Ukur (Tinggi) Fundus Uteri.
·               Pemberian imunisasi (Tetanus Toksoid) TT lengkap.
·               Pemberian Tablet zat besi, Minimum 90 Tablet selama kehamilan.
·               Tes terhadap Penyakit Menular Seks.
·               Temu Wicara dalam rangka persiapan rujukan.
             2.1.2.4 Kebijakan teknis
1.      Pemberian vitamin Zat Besi
            Dimulai memberikan satu tablet sehari sesegera mungkin setelah rasa mual hilang. Tablet besi sebaiknya tidak di minum bersama the atau kopi karena akan mengganggu penyerapan.
2.   Imunisasi TT
Antigen
Interval(selang waktu minimal)
Lama perlindungan
% perlindungan

TT 1
Pada kunjungan antenatal perrtama
-
80
TT 2
4 minggu setelah TT 1
3 tahun
95
TT 3
6 bulan setelah TT 2
5 tahun
99
TT 4
1 tahun setelah TT 3
10 tahun
99
TT 5
1 tahun setelah TT 4
seumur hidup

     
2.1.2.5     Asuhan Kebidanan pada Kunjungan Pertama
1.      Biodata atau identitas ibu
2.      Riwayat kehamilan sekarang
3.      Riwayat kebidanan
4.      Riwayat kesehatan termasuk penyakit-penyakit yang di derita dahulu dan sekarang.
5.      Riwayat social ekonomi
6.      Melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk menilai apakah kehamilanya normal:
a.       Tekanan darah di bawah 140/90
b.      Edema hanya pada eksremitas
c.       Tinggi fundus pada cm atau meenggunakan jari-jari tangan sesuai dengan usia kehamilan.
d.      Denyut jantung janin 120 sampai 160 per menit
e.       Gerakan janin terasa setelah 18-20 minggu hingga melahirkan.
7.      Membantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran dan kemungkinan keadaan darurat:
a.       Bekerja sama dengan ibu, keluarganya, serta masyarakat untuk mempersiapkan rencana kelahiran, termasuk: mengidentifikasi penolong dan tempat kelahiran, serta perencanaan tabungan untuk persiapan persalinan.
b.      Bekerja sama dengan ibu, keluarga, dan masyarakat untuk mempersiapkanrencana jika terjadi komplikasi, termasuk :
o   Mengidentifikasi ke mana harus pergi dan transportasi untuk mencapai tempat tersebut.
o   Mempersiapkan donor darah
o   Mengadakan persiapan finansial
o   Mengidentifikasi pembuat keputusan kedua jika pembuat keputusan pertama tidak ada di tempat.
8.      Memberikan konseling
a.       Gizi  : mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, minum          cukup cairan.
b.      Perubahan Fisiologi: tambah berat badan, perubahan pada payudara, tingkat tenaga yang menurun, mual selama triwulan pe            tama, hubungan suami istri boleh di lanjutkan selama hamil (di anjurkan memakai kondom).
c.       Menasehati ibu untuk mencari pertolongan segara jika ia mendapati tanda-tanda bahaya berikut:
o   Perdarahan pervaginam
o   Sakit kepala lebih dari biasa
o   Gangguan penglihatan
o   Pembengkakan pada wajah dan tangan
o   Nyeri abdomen(epigastrik)
o   Janin tidak bergerak seperti biasanya
d.      Merencanakan dan mempersiapkan kelahiran yang bersih dan aman di rumah :
o   Sabun dan air
o   Handuk dan selimut bersih untuk bayi
o   Mendiskusikan posisi melahirkan
o   Makanan dan minuman ibu selama persalinan
o   Mengidentifikasi siapa yang dapat membantu bidan dalam persalinan
e.       Menjaga kebersihan diri terutama lipatan kulit ( ketiak, bawah buah dada, daerah genitalia) dengan cara dibersihkan dan di keringkan.
f.       Menjelaskan cara merawat payudara terutama pada ibu yang mempunyai putting susu rata atau masuk ke dalam. Di lakukan 2 kali sehari selama 5 menit.
9.      Memberikan zat besi 90 hari mulai minggu ke 20.
10.  Memberikan imunisasi TT 0,5 cc,jika sebelumnya belum mendapatkan.
11.  Menjadwalkan kunjungan berikutnya.
12.  Mendokumentasikan kunjungan tersebut.
13.  Memberikan seluruh asuhan antenatal seperti di atas.
2.1.3 PERSALINAN
2.1.3.1 Pengertian
            Persalinan adalah proses di mana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Persalinan di anggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai adanya penyulit. Persalinan di mulai dari (inpartu)  sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis) dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap. Ibu belum dikatakan inpartu jika kontraksi uterus tidak mengakibatkan perubahan serviks.( APN.2008:37)
2.1.4  Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin
2.1.4.1  Pengertian
            Adalah asuhan yang diberikan pada proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan lahir spontan dengan presentasi belakang kepala, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. (Saefuddin,2006:112)
2.1.4.2  Tujuan Asuhan Persalinan Normal
Tujuan asuhan normal adalah mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya melalui berbagai upaya yang teritegrasi dan lengkap serta minimal sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang optimal ( Depkes,2002:3)
2.1.4.3  Gambaran jalanya persalinan secara klinis
                                           I.   Tanda persalinan sudah dekat
1.   Terjadi Lightening
2.   Terjadi HIS permulaan (Palsu)
                                        II.   Tanda persalinan
1.   Terjadi HIS persalinan
2.   Terjadi Pengeluaran Pembawa tanda
(Manuaba,2002 : 163)
            Asuhan persalinan normal merupakan pelayanan kebidanan yang tercantum dalam pelayanan kesehatan sesuai dengan Kepmenkes Nomor : 900/Menkes/VII/2002 pasal 16. Dan tercantum juga dalam standar pelayanan kebidanan 2003, terdapat dalam bagian ketiga dimana terdapat 4 standar pertolongan persalinan seperti berikut :
1.      Asuhan persalinan kala I
2.      Persalinan kala II yang aman
3.      Penatalaksanaan aktif persalinan kala III
4.      Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomy
2.1.4.4  Kala dalam persalinan
1.      Kala I
a.       Pengertian
         Dimulai sejak terjadi kontraksi uterus dan pembukaan serviks sehingga mencapai pembukaan lengkap (10 cm),di bagi menjadi dua fase,fase laten yaitu serviks membuka kurang dari 4 cm biasanya berlangsung 8 jam. Fase aktif yaitu serviks membuka dari 4 sampai 10 cm.
b.      Tanda  dan gejala
a.       Penipisan dan pembukaan serviks
b.      Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan pada serviks (frekuensi minimal 2x dalam 10 menit)
c.       Keluarnya lendir bercampur darah (show) melalui vagina
( Depkes,2002: 37)
c.       Asuhan yang diberikan
a.       Bantulah ibu dalam persalinan jika ia tampak gelisah
b.      Beri dukungan emosional pada ibu
c.       Berikan informasi atas kemajuan persalinanya
d.      Dengarkan keluhanya dan lebih sensitive pada perasaanya
e.       Lakukan perubahan posisi sesuai  dengan keinginan ibu,tetapi jika ibu sedang di tempat tidur sarankan untuk miring kiri.
f.       Sarankan untuk berjalan
g.      Ajaklah suami atau ibunya untuk memijat punggungnya atau membasuh mukanya di antara kontraksi
h.      Ajarkan teknik bernafas
i.        Penolong tetap menjaga hak dan privasi ibu dalam persalinan
j.        Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan hasil-hasil pemeriksaan.
k.      Untuk memenuhi kebutuhan energy dan mencegah dehidrasi, berikan cukup minum.
l.        Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin.
d.      Pemantauan
         Frekuensi penilaian dan intervensi
Parameter
Frekuensi pada fase laten
Frekuensi pada fase aktif
Tekanan darah
Setiap  4 jam
Setiap 4 jam
Suhu badan
Setiap  4 jam
Setiap 2 jam
Nadi
Setiap  30-60 menit
Setiap 30-60 menit
Denyut jantung janin
Setiap  1 jam
Setiap 30 menit
Kontraksi
Setiap  1 jam
Setiap 30 menit
Pembukaan serviks
Setiap  4 jam
Setiap 4 jam
Penurunan kepala
Setiap  4 jam
Setiap 4 jam

e.       Periksa dalam
         Periksa dalam sebaiknya di lakukan setiap 4 jam sekali selama kala I pada persalinan dan setelah selaput ketuban pecah. Pada kala II persalinan di lakukan periksa dalam setiap jam.
f.       Partograf
Partograf di pakai untuk memantau kemajuan persalinan dan memantau petugas kesehatan dalam mengambil kepurusan dan penatalaksanaan. Partograf di mulai pada pembukaan 4 cm ( fase aktif ). Partograf biasanya di buat untuk setiap ibu bersalin. Yang harus di catat adalah kondisi ibu dan janin yaitu :
a.   Denyut jantung janin
b.      Air ketuban
c.       Molase
d.      Pembukaan serviks
e.       Waktu
f.       Kontraksi
g.      Obat yang diberikan
h.      Nadi
i.        Tekanan darah
j.        Suhu badan
k.      Protein,aseton dan volume urine
( saefuddin,2006 : 104)
2.      Kala II
a.       Pengertian
         Dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) sampai bayi lahir biasanya berlangsung 2 jam pada primi dan 1 jam pada multi. Persalinan kala II di tegakan dengan melakukan periksa dalam untuk memastikan pembukaan sudah lengkap atau kepala janin sudah tampak di vulva.
b.      Tanda dan gejala menurut  Depkes (2002) adalah :
a.       Ibu merasakan ingin mengedan bersama dengan terjadinya kontraksi
b.      Ibu merasakan makin meningkatnya tekanan pada rectum
c.       Perineum terlihat menonjol
d.      Vulva dan vagina dan spinter ani terlihat membuka
e.       Peningkatan pengeluaran lender dan darah
f.       Pembukaan serviks telah lengkap
g.      Terlihatnya bagian kepala bayi pada introitus vagina
c.       Kemajuan Persalinan Kala II
a.       Penurunan kepala dari jalan lahir
b.      Dimulainya fase pembukaan
( Saefuddin,2006: 111 )
d.      Asuhan pada kala II
a.       Memberi dukungan terus pada ibu
b.      Menjaga kebersihan diri
c.       Memberi dukungan mental pada ibu untuk mengurangi kecemasan ibu
d.      Mengatur  posisi ibu
e.       Menjaga posisi ibu
f.       Menjaga kandung kemih tetap kosong
g.      Memberikan cukup minum
                                 e.   Posisi ibu saat meneran
         a. Bantu ibu untuk memperoleh posisi yang nyaman baginya. Setiap posisi memiliki keuntungan masing-masing, misalnya : posisi stengah duduk dapat membantu turunya kepala janin jika persalinan berjalan berjalan lambat.
         b.   Ibu dibimbing mengedan diselingi bernafas, kemungkinan dapat menurunkan pH pada arteri umbilicus yang dapat menyebabkan denyut jantung tidak normal. Minta ibu bernafas saat kontraksi ketika kepala akan lahir, hal ini menjaga agar perineum meregang pelan dan mengontrol lahirnya kepala serta mencegah robekan.
         c.   Periksa DJJ setiap 15 menit untuk memastikan janin tidak mengalami bradikardi (<120).
   f.    Kemajuan persalinan dalam kala II
         a. Temuan berikut menemukan kemajuan yang cukup baik pada persalinan kala II :
·         Penurunan yang teratur dari janin di jalan lahir
·         Dimulainya fase pengeluaran
                                       b.   Temuan berikut menunjukan kemajuan yang kurang baik pada persalinan tahap kedua :
·         Tidak turunya janin di jalan lahir.
·         Gagalnya pengeluaran pada fase akhir.
                                 g.   Kelahiran kepala bayi
                                       a.   Mintalah ibu mengedan sedikit saat kepala bayi lahir.
                                       b.   Letakan satu tangan ke kepala bayi agar defleksi tidak terlalu cepat.
                                       c.   Menahan perineum dengan satu tangan lainya jika diperlukan .
                                       d.   Mengusap muka bayi utuk membersihkannya dari kotoran lender.
                                       e.   Periksa tali pusat   :
·         Jika tali pusat mengelilingi leher bayi dan terlihat longgar, selipkan tali pusat melalui kepala bayi.
·         Jika lilitan tali pusat terlalu dekat, tali pusat di klem pada dua tempat kemudian di gunting di antara kedua klem tersebut, sambil melindungi leher bayi.
                                 h.   Kelahiran Bahu dan Anggota Seluruhnya
·         Biarkan kepala bayi berputar dengan sendirinya
·         Tempatkan kedua tangan pada sisi kepala dan leher bayi.
·         Lakukan tarikan lembut ke bawah untuk melahirkan bahu depan.
·         Akukan tarikan lembutt ke atas untuk melahirkan bahu belakang.
·         Selipkan satu tangan anda ke bahu dan lengan bagian belakang bayi sambil menyangga kepala dan selipkan satu tangan lainya ke punggung bayi untuk mengeluarkan tubuh bayi seluruhnya.
·         Letakan bayi tersebut di atas perut ibunya.
·         Secara menyeluruh, keringkan bayi, bersihkan matanya, dan nilai pernafasan bayi.
·         Klem dan potong tali pusat..
·         Pastikan bahwa bayi tetap hangat dan memiliki kontak kulit dengan dada ibu, bungkus bayi dengan kain halus dan kering, tutup dengan selimut, dan pastikan kepala bayi terlindung dengan baik untuk menghindari hilangnya panas tubuh.
3.      Kala III          
a.       Pengertian
      Dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.
Penatalaksanaan aktif kala III :
a.       Pemberian oksitossin dengan segera
b.      Pengendalian tarikan pada tali pusat
c.       Pemijatan uterus segera setelah bayi lahir
b.      Tanda – tanda lepasnya plasenta
a.       Perubahan bentuk dan tinggi fundus
b.      Tali pusat memanjang
c.       Semburan darah tiba-tiba
( Depkes,2002 : 124 )
c.       Asuhan pada kala III
a.       Memberikan oksitosin untuk merangsang uterus berkontraksi
b.      Lakukan peregangan tali pusat terkendali (PTT)
c.       PTT dilakukan hanya saat uterus berkontraksi
d.      Begitu plasenta terasa lepas,keluarkan dengan menggerakan tangan atau klem pada tali pusat mendekati plasenta, keluarkan plasenta dengan dengan gerakan kebawah dan keatas sesuai dengan jalan lahir, kedua tangan dapat memegang plasenta dan perlahan memutar plasenta searah jarum jam untuk mengeluarkan selaput ketuban.
e.       Segera setelah plasenta dan selaputnya dikeluarkan, masase fundus agar menimbulkan kontraksi.
f.       Jika menggunakan manajemen aktif d an plasenta belum juga lahir pada waktu 15 menit, berikan oksitosin 10 unit IM dosis kedua,dalam jarak waktu 15 menit dari pemberian oksitosin dari dosis pertama.
g.      Jika menggunakan manajemen aktif d an plasenta belum juga lahir dalam 30 menit :
·         Periksa kandung kemih
·         Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasentaBerikan oksitosin 10 unit,IM dosis ketiga dalam jarak waktu 15 menit dari pemberian oksitosin dosis pertama.
·         Siapkan rujukan jika tidak ada tanda-tanda pelepasan plasenta.
h.      Periksa ibu dengan seksama dan jahit robekan pada jalan lahir apabila terjadi robekan ( Saefuddin,2006 : 116 )
4.      KALA IV
a. Pengertian
Dimulai dari keluarnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum
b.Asuhan pada kala IV menurut Saefuddin ( 2006:119 ) adalah:
a.       Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit pada 1 jam kedua.
b.      Periksa teknan darah, nadi, kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua.
c.       Anjurkan ibu minum untuk mencegah dehidrasi.
d.      Bersihkan perineum ibu dang anti pakaian ibu dengan yang bersih dan kering.
e.       Biarkan ibu istirahat.
f.       Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan ibu dan bayi, sebagai permulaan dengan menyusui bayinya.
g.      Memulai pemberian ASI
h.      Jika ibu perlu ke kamar mandi, ibu boleh bangun.
i.        Ajari ibu tentang :
·         Bagaimana meemeriksa fundus dan meenimbulkan kontraksi
·         Tanda bahaya bagi ibu dan bayi
            2.1.5    Asuahan pada ibu nifas
                        a.   Pengertian
      Masa nifas dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta dan mencakup 6 minggu berikutnya.
                        b.   Tujuan masa nifas
                              a)   Menjaga kesehatan ibu dan bayinya baik fisik maupun psikologis.
                              b)   Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayinya.
                              c)   Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi pada bayinya dan perawatan bayi sehat.
                              d)   Memberikan pelayanan keluarga berencana
                        c.   Nifas dibagi dalam 3 periode       
                              a)   puerperium dini yaitu dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.
                              b)   puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang lamanya 6-8 minggu.
                              c)   remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau persalinan mempunyai komlikasi.                  
                                    (Mochtar, 1998)
                        d.   Frekuensi Kunjungan Masa Nifas
                              a)   Kunjungan 1-6-8 jam setelah persalinan
·         Mencegah perdarahan masa nifas karena Antonia uteri
·         Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk jika perdarahan berlanjut.
·         Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena Antonia uteri.
·         Pemberian ASI awal
·         Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir.
·         Menjaga bayi tetap sehat dengan cara :
o   Mencegah Hipotermia.
o   Jika petugas kesehatan menolong persalinan, ia harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama setelah kelahiran, atau sampai ibu dan bayi dalam keadaan stabil.
                              b)   Kunjungan 2-6 hari setelah persalinan
·         Memastikan involusi uterus berjalan normal : uterus berkontraksi, fundus dibawah pusat, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau.
·         Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal.
·         Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan, dan istirahat.
·         Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tak memperhatikan tanda-tanda penyulit.
·         Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari.
                                c)  kunjungan 4-6 minggu
·         Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang ia atau bayi alami.
·         Memberikan konseling untuk KB.
( Saefuddin,2006.123 )
                        e.     Diagnosa
     Masa nifas normal jika involusi uterus, pengeluaran lochea, pengeluaran ASI dan perubahan system tubuh, termasuk keadaan fisiologis normal.
·         Keadaan gawat darurat pada ibu seperti perdarahan, kejang dan panas.
·         Adanya penyulit ibu yang memerlukan rujukan seperti abses payudara
                        f.     Penanganan
                                a)  Kebersihan diri
·         Anjurkan kebersihan seluruh tubuh
·         Mengajarkan pada ibu vulva hygene
·         Sarankan ibu untuk mengganti pembalut setidaknya 2 jam sekali.
·         Sarankan ibu mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan alat kelaminya.
·         Jika ada luka jahitan disarankan untuk mencucinya dengan sabun dan dicuci dengan air dingin sampai bersih lalu keringkan.
                                b) Istirahat
·         Anjurkan ibu istirahat yang cukup
·         Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan, serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur karena kurang istirahat dapat mempengaruhi produksi ASI.
c) Latihan
        Ajarkan senam nifas pada ibu untuk memulihkan kembali kondisi ibu.
                                    d) Gizi
                                         Ibu menyusui harus :
·         Mengkonsumsi tambahan kalori 500 kalori tiap hari.
·         Makan dengan menu yang bervariasi.
·         Minum air sdikitnya 3 liter sehari.
·         Mengkonsumsi pil zat besi selama 40 hari pasca bersalin.
·         Aminum kapsul vitamin A (200.000 unit ) agar bias memberikan vitamin A melalui ASI pada bayinya.
                                    e) Menyusui
ASI mengandung semua bahan yang diperlukan bayi, mudah dicerna, memberi perlindungan terhadap infeksi, selalu segar, bersih, dan siap untuk diminum.
                                    f) Meningkatkan suplai ASI
                                         a.   Untuk bayi
·         Menyusui bayinya 2 jam sekali
·         Pastikan bayi menyusui bayi dengan posisi yang nyaman.
·         Tidur bersebelahan dengan bayi.
                                         b.   Untuk ibu
        Selain makanan yang bergizi juga dilakukan pijat oksitosin, untuk merangasang pengeluaran ASI.
g) Senggama
·         Secara fisik aman melakukan hubungan senggama setelah darah merah tidak keluar,dan ibu sudah tidak merasa nyeri pada vaginanya.
·         Merurut budaya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan.
                                    h) Keluarga berencana
·         Setiap pasangan harus bias menentukan alat kontrsepsi yang akan di pakai setelah melahirkan, namun petugas kesehatan membantu untuk memilih alat kontraseepsi yang tepat dan sesuai kainginan.
·         Metode amenore laktasi dapat digunakan sebelum hai kembali.resiko cara ini adalah 2% kehamilan.
·         Sebelum menggunakan KB ada hal-hal yang harus dijelaskan pada ibu :
o   Bagaimana metode ini dapat mencegah kehamilan dan efektifitasnya.
o   Kelebihan dan keuntunganya.
o   Kekuranganya
o   Efek samping
o   Bagaimana menggunakan metode tersebut.
o   Kapan metode itu dapat di mulai untuk wanita pasca salin dan menyusui.
·         Jika seorang ibu telah memilih metode KB terentu maka ada baiknya untuk bertemu denganya kembali dalam 2 minggu untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh ibu atau pasangan mengenai alat kontrasepsi.
                        2.1.6    Asuhan Bayi Baru Lahir
                                    a.  Pengertian
              Adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selama jam pertama setelah kelahiran. Sebagian besar bayi yang baru lahir akanmenunjukan usaha pernafasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan.
                                    b.  Tujuan utama perawatan bayi baru lahir yaitu :
                                         a)  Membersihkan jalan nafas
                                         b) Memotong dan merawat tali pusat
                                         c)  Mempertahankan suhu tubuh bayi
                                         d) Identifikasi
                                         e)  Pencegahan infeksi
                                    c.  aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi yang baru lahir         :
                                         a)  Jagalah agar bayi tetap kering dan hangat.
b) Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibunya sesegara mungkin.
c)  Segera melahirkan badan bayi :
·         Sambil menilai pernafasan secara cepat, letakan bayi di atas perut ibu.
·         Dengan kain bersih dan kering atau kasa lap darah atau lender dari wajah bayi untuk mencegah jalan udaranya terhalang.
                                         d) Klem dan potong tali pusat :
·         Klem tali pusat dengan dua buah klem, pada titik kira-kira 2 dan 3 cm dari pangkal pusat bayi ( tinggalkan kira-kira satu cm diantara klem-klem tersebut )
·         Potonglah tali pusat diantara kedua klem sambil melindungi bayi dari gunting dengan tangan kiri penolong.
·         Pertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat.
·         Periksa tali pusat setiap 15 menit, apabila masih terjadi perdarahan lakukan pengikatan ulang yang lebih kuat.
                                         e)  Jagalah bayi agar tetap hangat
·         Pastikan bayi tersebut tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu.
·         Gantikan handuk yang basah, dan bungkus bayi tersebut dengan selimut dan jangan lupa memastikan bahwa kepala telah terlindungi dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh.
·         Pastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa telapak tangan bayi setiap 15 menit :
o   Apabila telapak bayi tetap dingin, periksalah suhu aksila bayi.
o   Apabila suhu bayi kurang dari 36,5 derajat celcius, segera hangatkan bayi.
·         Kontak dini dengan ibu
o   Kehangatan mempertahankan panas yang benar pada bayi baru lahir.
o   Ikatan bathin dengan pemberian ASI.
·         Dorongan ibu untuk menyusui bayinya apabila bayi telah “siap ” ( dengan menunjukan refleks rooting ).
                                         f)  Pernafasan
Sebagian besar bayi akan bernafas secara spontan. Pernafasan bayi sebaiknya diperiksa secara teratur untuk mengetahui adanya masalah.
·         Periksa pernafasan dan warna kulit bayi setiap 5 menit.
·         Jika bayi tidak bernafas lakukan hal berikut :
o   Keringkan bayi dengan selimut atau handuk yang hangat.
o   Gosoklah punggung bayi dengan lembut.
·         Jika bayi masih belum bisa bernafas setelah 60 detik mulai resusitasi.
·         Apabila bayi cyanosis atau sukar bernafas beri oksigen kepada bayi.
                                    d. Asuhan bayi baru lahir
              Dalam waktu 24 jam, bila bayi mengalami masalah apapun, berikanlah asuhan berikut :
                                         a)  Pertahankan suhu tubuh bayi
                                         b) Pemeriksaan fisik bayi
                                         c)  Memberikan vitamin K
                                         d) Identifikasi bayi
                                         e)  Perawatan tali pusat
                                         f)  Ajarkan pada orang tuua tentang perawatan bayi dan pemberian ASI.













BAB III
TINJAUAN KASUS
      3.1 Asuhan kehamilan
            Tanggal pengkajian     : 22 Maret 2011
            Jam                              : 11.00 WIB

            3.1.1 Data Subjektif
                 A.Identitas
                 Nama klien         : Ny. Y                           Suami              : Tn.E
                 Umur                  : 33 Tahun                      Umur               : 50 Tahun
                 Agama                : Islam                            Agama             : Islam
                 Kebangsaan        : Indonesia                     Kebangsaan     : Indonesia
                      Pendidikan         : SLTA                           Pendidikan      : SLTA
                 Pekerjaan            : Pedagang                     Pekerjaan         :Wiraswasta
                    Alamat               : Kp.Gandamirah RT 02 RW O6, Desa.Tambaksari  Kecamatan Leuwigoong,  Kabupaten Garut.
            B. Keluhan Utama
            Ibu mengatakan kadang-kadang merasa pusing .
            C. Riwayat Obstetri
            1. Riwayat Menstruasi
            Menarche        : 14 Tahun
            Siklus              : Lamanya 7 hari
            Banyaknya      : 2x ganti Balutan
            Keluhan           : tidak ada
            HPHT              : 5 juli 2010
            TP                    : 12 April 2011
        2. Riwayat Kehamilan Sekarang
                 Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke dua, tidak pernah keguguran.Ibu mengatakan hamil 9 bulan, diperiksa rutin setiap bulan di BPS. Gerakan anak dirasakan oleh ibu pada usia kehamilan 4 bulan sampai sekarang dan gerakan anak terasa sering. Selama kehamilan ibu telah mendapatkan imunisasi TT 2x dan tablet Fe setiap kali di periksa.
        3. Riwayat, Kehamilan, Persalinan, Nifas yang lalu :
Anak
Kehamilan
Persalinan
Nifas
Ke
Usia
Penyulit
Jenis
Penolong
lama
Penyulit
1
9 bulan
Tidak ada
Spontan
Bidan
6 minggu
Tidak ada

Berat Badan bayi baru lahir 3500 gram, panjang badan 48 cm, jenis kelamin perempuan, sekarang berusia 11 tahun dan sehat.
            D. Riwayat Perkawinan
Ini merupakan perkawinan pertama bagi ibu, lamanya menikah 13 tahun usia ibu nikah 20 tahun, usia suami menikah 37 tahun. Bagi suami  dan istri ini merupakan  pernikahan pertama.
            E.                                 Riwayat Ginekologi
            Ibu mengatakan tidak pernah mempunyai penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi.
            F.               Riwayat Kesehatan
                 Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit berat seperti jantung, hipertensi, DM, Asma,Paru-paru dan lain-lain.
            G. Riwayat penyakit dalam keluarga
                 Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan dalam keluarga seperti :  Diabetes Melitus, asma dan tidak mempunyai keturunan kembar baik dari klien maupun dari suami.
            H. Riwayat seksual
            Ibu mengatakan tidak mengalami kesulitan dalam melakukan hubungan seks.
      I.    Riwayat Kontrasepsi
           Klien mengatakan pernah menggunakan kontrasepsi suntik 1 bulan selama 4 tahun dan suntik 3 bulan selama 3 tahun lalu berhenti karena ingin mempunyai anak lagi.


           J.    Riwayat psikososial
                 Ibu tinggal bersama suami dan anak, kehamilan ini diterima dan didukung oleh keluarga oleh keluarga.
           K.  Riwayat penggunaan obat-obatan
Ibu mengatakan tidak sedang dalam pengobatan, tidak merokok, tidak mengkonsumsi minum-minuman keras juga tidak mengkonsumsi jamu-jamu.
           H.  Pola kebiasaan sehari-hari
·         Pola makan dan minum
                  Menu makan                     : Bervariasi
                  Frekuensi makan               : 3x sehari
                  Frekuensi minum               : 5-6 gelas sehari
                  Pantangan makan             : Tidak ada
                  Masalah                             : Tidak ada
·         Pola eliminasi
                  BAB                                  : 1x sehari
                  BAK                                 : 3-4x sehari
                  Masalah                             : Tidak ada
·         Aktifitas sehari-hari
                              Ibu mengatakan biasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehari-hari yang ringan seperti menyapu,cuci piring dan lain-lain,dan berdagang di warung kecil.
·         Pola istirahat dan tidur
                              Ibu mengadakan biasa tidur malam ± 8 jam dan ibu jarang tidur siang.
            3.1.2 Data objektif
            A.  Keadaan Umum                       : Baik
                       Kesadaran                                 : Compos Mentis
                       Keadaan Emosional                  : Stabil
            B.  Antropometri
                   Tinggi badan                             : 154 cm
                   Berat badan sebelum hamil      : 54 kg
                   Berat badan sesudah hamil       : 64 kg
                   Kenaikan berat badan               : 10 kg
                   LILA                                        : 26 cm
           C.    Tanda-tanda vital
                   T : 130/80 mmHg                                             R : 22x/menit
                    P : 82rx/menit                                                  S : 37 ͦ C
              D. Pemeriksaan fisik
1.      Kepala
              Rambut dan kulit bersih,tidak ada benjolan
2.      Muka
              Tidak ada cloasma gravidarum dan tidak ada oedema
3.      Mata
              Simetris, sclera putih, konjungtiva merah muda, tidak ada infeksi.
4.      Hidung
Tidak terdapat polip, tidak terdapat pengeluaran lender, fungsi penciumann baik.
5.      Gigi dan mulut
              Mulut bersih,tidak ada caries dentis.
6.      Leher
            Tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid dan pembesaran kelenjar getah bening.
7.      Dada
              Bunyi jantung                   : teratur
              Suara paru-paru                 : bersih
8.      Payudara
                  Bentuk simetris, putting susu menonjol,pengeluaran belum ada,masa dan nyeri tidak ada,tidak ada dimpling dan retraksi.

9.      Ekremitas atas dan bawah
                              Oedema                 : tidak terdapat oedema di tangan maupun kaki
              Reflex patella        : positif
              Warna kuku           : tidak pucat
10.  Abdomen
                              Inspeksi                 : tidak terdapat luka bekas operasi dan sriae gravidarum,terdapat linea nigra.
              Palpasi                   : TFU               : 33 CM
                                              TBBA            : 3410 gram
·                     Leopold I       
Di fundus teraba kurang bundar, kurangmelenting dan lunak( Bokong )
·                     Leopold II      
Teraba di bagian kiri ibu keras memanjang seperti papan( punggung ) dan bagian kecil di sebelah kanan.


·                     Leopold III
Teraba bulat keras dan melenting ( kepala ) telah masuk PAP
·                     Leopold IV
                                                                        4/5 divergen
11.  Anogenital
      Tidak dilakukan pemeriksaan.
            E. Pemeriksaan penunjang :
·         HB                        : 10,4 gr %
·         Protein urine          : Negatif
·         Glukosa urine        : Negatif
            3.1.3 Analisa
                     G2P1A0 Gravida 36-37 minggu janin hidup tunggal intrauterine dengan anemia ringan.
                     Potensial             :  Terjadinya anemia ringan
           Kebutuhan         : Pendidikan kesehatan tentang nutrisi yang baik untuk meningkatkan haemoglobin.
            3.1.4 Penatalaksanaan
a)Inform consent sebelum melakukan tindakan
b)   Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu
c)      Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu dan taksiran persalinan tanggal 12 april 2011, dan umur kehamilanya yaitu 36-37 minggu.
d)     Memberikan pendidikan kesehatan tentang tanda-tanda persalinan
e)   Memberikan pendidikan kesehatan tentang asupan nutrisi yang baik untuk menanggulangi anemianya.
Ibu mengerti dan tahu jenis-jenis makanan yang di anjurkan untuk dimakan oleh ibu.
f)    Pemberian vitamin, tablet tambah darah dan menjelaskan tentang cara meminum Fe dan keuntungannya ( 1 x 1 ).
         Ibu mengerti dan mengatakan mau memakan mau memakan tablet Fe sesuai dengan anjuran.
g)   Mendikusikan dengan ibu dan keluarga tentang persiapan persalinan,persiapan peralatan yang dibutuhkan bayi, siapa yang akan mendapingi ibu pada saat melahirkan, ibu mengerti dan akan melaksanakan sesuai anjuran.
h)   Menjelaskan tanda-tanda bahaya kehamilan dan persalinan, ibu mengerti tentang bahaya kehamilan dan persalinan.
i)     Menanyakan rencana pertolongan persalinan pada ibu, dan ibu mengatakan ingin bersalin di BPS Bidan E.
j)     Menjadwalkan kunjungan ulang dan segera menghubungi bila ada tanda-tanda persalinan.

      3.2 CATATAN PERKEMBANGAN PERSALINAN
      Tanggal Pengkajian                 : 21-04-2011
      Hari                                         : Kamis
      Jam                                          : 05.00 WIB
      A. SUBJEKTIF
                  Ibu mengatakan mules sejak jam 01.00 WIB, dan mules dirasakan semakin kuat dan sering,dan sudah keluar air-air.
      B. OBJEKTIF
      1. Keadaan umum                         : Baik
     Kesadaran                                 : Compos mentis
     Keadaan emosional                  : Stabil
      2. Tanda-tanda Vital         :
      T : 130/80 mmHg                                 S : 37 ͦ C
      P : 83 x/menit                                       R : 22x/menit
      3. His : 4 x 10 menit >40 detik
      DJJ: 140 x/menit

      4.  Periksa dalam :
      Vulva vagina                : Tidak ada kelainan
      Portio                            : Tipis lunak
      Pembukaan                   : 4 cm
      Ketuban                        : jernih
      Presentasi                      : kepala
      Penurunan kepala         : hodge III
      DJJ : 138 x /menit,puki.
      C. ANALISA
G2P1A41-42 minggu inpartu kala I fase aktif janin tunggal hidup intrauterine dengan DJJ normal.
      D. PENATTALAKSANAAN        
1.   Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu, ibu mengetahui hasil pemeriksaan.
2.   Memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi, ibu minum the hangat
3.   Memberitahu ibu tentang pengalihan rasa sakit, ibu mengerti dan ibu merasa lebih nyaman.
4.   Menyiapkan partuset dan obat-obatan esensial.
5.   Menyiapkan air klorin 0,5 % dan air DTT.
6.   Menganjurkan ibu untuk tidak mengedan sebelum pembukaan lengkap,ibu mengerti dan melaksanakannya.
7.   Mengajarkan ibu cara mengedan yang benar, ibu mengerti.
8.   Mengajarkan ibu untuk bernafas secara efektif, ibu menerti.
9.   Menganjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih, klien bersedia.
10. Memantau DJJ, His, Nadi setiap 30 menit.
11. Memantau TTV
12. Melakukan pemeriksaan dalam setiap 4 jam atau bila ada indikasi.
Jam 06.00
            A. SUBJEKTIF
      Ibu merasa semakin mules dan ada keinginan untuk mengedan.
      B. OBJEKTIF
        1. Keadaan umun              : Baik
        Kesadaran                     : Compos Mentis
        Keadaan emosional      : Stabil
        2. Tanda-tanda vital
        T : 130/80 mmHg                                 S : 37 ͦ C
        P : 8                  3 x/menit                                             R : 21 x/menit
        3. His   : 5 x dalam 10 menit > 40 detik
        4. Periksa Dalam   :
        Vulva vagina             : Tidak ada kelainan
        Portio                         : Tidak teraba
        Pembukaan                : Lengkap ( 10 cm )
        Ketuban                     : Jernih
        Presentasi                   : Kepala
        Penurunan Kepala     : Hodge 4 (0/5)
      C. ANALISIS
      G2P1A0 inpartu 41-42 minggu kala II persalinan
      D. PENATALAKSANAAN
1.   Memberitahukan ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan bayi akan segera lahir.
2.   Memberikan dukungan dan bantuan pada ibu selama proses persalinan seperti : suami atau keluarga diperbolehkan mendampingi ibu selama persalinan serta menawarkan posisi yang aman dan nyaman.
3.   Memastikan kelengkapan alat dan obat-obatan esensial untuk  menolongpersalinan.
4.   Menyiapkan alat dan tempat resusitasi.
5.   Menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai dalam partus set.
6.   Memakai APD
7.   Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai, cuci tangan dengan air mengalir kemudian keringkan tangan dengan tissue atau handuk pribadi yang bersih dan kering, kemudian pakai sarung tangan DTT pada tangan yang akan di gunakan periksa dalam, masukan oksitosin kedalam tabung suntik ( Gunakan sarung tangan yang memakai sarung tangan DTT dan steril pastikan tidak terjadi kontaminasi pada alat suntik )
8.   Memastikan pembukaan lengkap dan keadaan janin baik, membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas yang di basahi air DTT. Lakukan periksa dalam untuk memastikan pembukaan lengkap.Buka sarung tangan dan lakukan pemeriksaan DJJ.
9.   Membimbing ibu untuk meneran pada saat ada HIS,menganjurkanistirahat/tarik nafas panjang bila tidak ada HIS, serta menganjurkan ibu untuk minum untuk mencegah dehidrasi.
10. Memasang handuk atau kain di atas perut ibu dan memasang alas bokong dengan kain bersih, mendekatkan alat-alat partus set dan membukanya.
11. Pada saat kepala bayi pada diameter 5-6 cm tengah membuka vulva lakukan pertolongan persalinan dengan cara tangan kanan menahan perineum dan tangan kiri menahan kepala supaya tidak terlalu cepat depleksi, setelah kepala bayi lahir usap muka dengan kain bersih dan periksa apakah ada lilitan tali pusat atau tidak,tunggu sampai bayi melakukan putaran paksi luar.
12. Lakukan pengeluaran tubuh bayi dengan cara : letakan tangan pada sisi kiri dan kanan kepala bayi, minta ibu untuk meneran sedikit sambil menekan kepala kearah bawah dan lateral tubuh bayi hingga bahu depan melewati sympisis. Setelah bahu atas lahir, gerakan kepala keatas dan seluruh dada dapat dilahirkan, lalu sangga susur bayi untuk mengeluarkan tubuh bayi seluruhnya.
13. Bayi lahir spontan jam 06.20 WIB segera menangis, tonus otot kuat, gerakan aktif dan warna kulit kemerahan, jenis kelamin perempuan, BB 3800 gram, panjang badan 48 cm, anus (+),tidak ada kelainan.
14. Setelah bayi lahir keringkan dari mulai muka, kepala dan bagian tubuh lainya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks, kemudian menggganti kain bayi dengan yang kering dengan tetap membiarkan bayi diatas perut ibu, memeriksa uterus bila kemungkinan masih ada bayi, memberitahu ibu akan dilakukan penyuntikan ositosin,dalam satu menit setelah bayi lahir, tali pusat di klem dan dipotong lalu diikat, kemudian meletakan bayi di atas perut ibu dengan posisi bayi tengkurap sehingga ada kontak langsung antara kulit bayi dengan ibu, kepala bayi berada lebih rendah dari puting payudara ibu dan selimuti bayi dan ibu, biarkan bayi berada di perut ibu selama 1 jam.
Jam : 06.25 WIB
        A. SUBJEKTIF
         Ibu mengatakan  masih ada sedikit mules dan merasa lemas.
        B. OBJEKTIF
      1. Keadaan Umum                        : Baik
           Kesadaran                                 : Compos mentis
      Keadaan emosional                  : Stabil
      2. TFU                                           : Sepusat
      Kontraksi uterus                       : Baik
      Perdarahan                                : ± 50 cc
      Kandung kencing                     : Kosong
   Tanda pelepasan plasenta         : ada ( Uterus membulat,talipusat memanjang,ada semburan darah  )
      C. SUBJEKTIF
      P2A0 kala III persalinan.
      D. PENATALAKSANAAN
1. Memberi ibu minum
2. Memberitahu ibu bahwa plasenta akan segera lahir.
3. Melakukan manajemen aktif kala III :
·      Cek fundus kemungkinan ada bayi kedua
·      Beritahu ibu
·      Suntik oksitosin 10 IU secara IM setelah satu menit bayi lahir
·      Melakukan PTT
4.  Menunggu tanda pelepasan plasenta
5.  Melahirkan plasenta secara dorso kranial, dan ibu diminta untuk sedikit mengedan, plasenta tampak didepan vulva sampai setengahya dan plasenta diputar searah jarum jam, dan lahirlah plasenta secara spontan pukul 06.30 WIB.
6. Melakukan masase uterus sebanyak 15x dalam 15 detik
7.  Mengecek kelengkapan Plasenta dan laserasi dan memperkirakan jumlah perdarahan.
·      Kontraksi uterus baik
·      Perdarahan normal ±100 cc
·      Tidak ada laserasi
Jam 06.30 WIB
      A. SUBJEKTIF
         Ibu mengatakan merasa senang karena telah melewati proses persalinan dengan selamat.
   B. OBJEKTIF
   1. Keadaan Umum            : Baik
   Kesadaran                     : Compos mentis
   Tanda-tanda Vital        : T : 130/80 mmHg                 
                                                              S: 36,8
                                                              P :84 x/menit
                                                              R:22x/menit
     TFU                                         : 2 jari dibawah pusat
     Kandung kemih                      : Kosong
     Perdarahan                              : ± 100 cc
   C. ANALISIS
    P2A0 kala IV persalinan
   D. PENATALAKSAAN
1.  Memberitahu hasil pemeriksaan pada ibu
2.Memberi rasa nyaman dengan cara membersihkan tubuh ibu dan kotoran persalinan dan mengganti pakaian ibu yang kotor dengan yang bersih.
3.Mencukupi nutrisi ibu dengan cara memberi makan dan minum setelah melahirkan.
4.  Mengajarkan ibu cara menilai kontraksi uterus dan melakukan masase uterus.
5.  Menganjurkan ibu untuk tidak menahan BAK jika ibu menginginkanya.
6.  Melakukan pemantauan post partum seperti keadaan umum ibu, TTV, kontraksi, perdarahan, kandung kemih dan TFU, setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua.
7.  Setelah satu jam berada diperut ibu lakukan pengukuran BB, PB dan LK bayi. Berikan Injeksi NeoK dan salep mata pada bayi.
8.  Menganjurkan ibu untuk mendekap bayinya dan menyusui bayinya.
9.  Dekontaminasi peralatan dan partus set kedalam larutan klorin 0,5 %
10.Mencuci kedua tangan dengan air mengalir dan sabun.
11.Mendokumentasikan hasil pemeriksaan pada partograf.
      3.3 Asuhan Nifas
      Tanggal pengkajian     : 21 april 2011
      Jam                              : 08.30 WIB
      A. SUBJEKTIF
      1.  Ibu mengatakan agak lelah tapi mulesnya berkurang
      2. Klien mengeluh air susunya belum banyak keluar
      B. OBJEKTIF
1. Keadaan Umum            : Baik
2. Kesadaran                     : Compos Mentis
3. Tanda-tanda Vital         : T : 130/80 mmhg       P: 84 x/menit
                                            R : 20 x/menit            S: 36,8
4. Payudara                       :Bentuk simetris,pengeluaran masih sedikit,tidak ada nyeri dan masa tidak ada,putting susu menonjol.
5. TFU                               : 3 Jari dibawah pusat
6. Perdarahan                    : normal
7. Kandung kemih                        : Kosong
         C. ANALISA
         P2A0 post partum 2 jam Fisiologis
            D. PENATALAKSAAN
1.Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu.
2.  Menjelaskan tentang tanda-tanda bahaya post partum kepada ibu dan keluarga. Ibu mengerti tentang penjelasan.
3. Memantau kontraksi uterus dan perdarahan
4. Menganjurkan ibu terus menyusui bayinya
5.  Menganjurkan ibu istirahat.


      Jam 12.30 WIB
            A. SUBJEKTIF
            1.Ibu mengatakan sudah agak baikan
            2. Ibu mengatakan sudah BAK
            B. OBJEKTIF
            1. Keadaan umum          : Baik
            Kesadaran                  : Compos Mentis
            2. Tanda-tanda vital       : T : 120/80 mmHg                     P: 82x /menit
                                                  R :   21x/ menit             S: 37 ͦ C
                  3.Payudara tidak ada pembengkakan,colostrum sudah keluar sedikit,putting susu menonjol.
            4. TFU                            : 3 jari di bawah Pusat
            5. Kandung Kemih        : Kosong
                  6. Ekstremitas                :Tidak ada  oedema dan tidak ada varises, tanda homan negatif
         C. ANALISIS
           P2A0 Post Partum 6 jam fisiologis

         D. PENATALAKSAAN
           1. Menjelaskan hasil pemeriksaan.
                  2.  Memantau kembali perdarahan dan kontraksi uterus. Kontraksi uterus baik, perdarahan normal.
           3. Menganjurkan Ibu untuk cukup istirahat.
           4.  Menganjurkan klien untuk memberikan ASI sesering mungkin, Ibu
           5.  Menganjurkan ibu untuk banyak makan dan minum.
Jumat, 22 april 2011
Jam 09.00 WIB
         A. SUBJEKTIF
         1.   Ibu mengatakan keadaanya sudah lebih baik.
         2.   Bayi menyusu kuat tapi ASI belum terlalu banyak.
         B. OBJEKTIF
         1.   Keadaan Umum          : Baik
            Kesadaran       : Compos Mentis
         2. Tanda-tanda vital          : T : 120/80 mmHg                  P : 82 x/menit
                                               R : 20 x/menit                         S : 36,7 ͦ C
           3. Payudara                       :Pembesaran (+), putting susu menonjol, pengeluaran Asi (+), tanda-tanda infeksi (-)
         4. TFU                               : 3 jari dibawah pusat
         5. Genetalia                       : Lochea Rubra
         6. Eksremitas bawah         : Oedema dan Varises (-)
         C. ANALISIS
         P2A0 Post partum 1 hari fisiologis
         D. PENATALAKSAAN
1. Memandikan bayi
2.  Perawatan tali pusat
3.  Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa keadaan ibu baik.
4.  Mengingatkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin. Ibu mengtakan selalu memberikan ASInya pada bayinya.
5.  Memberikan informasi pada klien tentang pentingnya asupan makanan seimbang untuk meningkatkan produksi ASI. Ibu mengatakan selalu banyak makan dengan menu yang bervariasi.
6.  Mengajarkan pada ibu untuk melakukan senam nifas. Ibu mau melaksanakan senam nifas bersama-sama dan akan melakukanya setiap hari di waktu senggang.
7.  Melakukan pijat oksitosin pada ibu.
8.  Mengingatkan ibu untuk membawa bayinya ke posyandu Puskemas BPS untuk mendapatkan imunisasi dasar.

      Rabu, 27 April 2011
      Jam 08.00 WIB
         A. SUBJEKTIF
         1.  Ibu mengatakan keadaanya jauh lebih baik.
                  2.  Ibu mengatakan sekarang darah yang keluar dari jalan lahir sudah berkurang dan berwarna kecoklatan, tidak berbau.
                  3.  Ibu mengatakan ASInya sudah banyak keluar dan bayinya menetek kuat.
        4.  Ibu mengatakan BAB dan BAK sudah lancer.
         B. OBJEKTIF
           1. Keadaan Umum            : Baik
             Kesadaran                     : Compos Mentis
                    2.Tanda-tanda vital         :
                    T    : 120/70 mmHg                       R   : 20 x/menit
                    P    : 82 x/menit                             S    : 37
                    3.Payudara                      
Pembesaran ada, putting susu menonjol, pengeluaran ASI banyak, tidak ada tanda-tanda infeksi.
            4.TFU                              : Tidak teraba
            5.Genetalia: Lochea         : Serosa
                    6.Eksremitas bawah         : Oedema tidak ada, Varises tidak ada dan tanda homan tidak ada .
         C. ANALISIS
           P2A0 post partum 6 hari fisiologis.
     D. PENATALAKSAAN
1.   Menjelaskan kepada ibu dan keluarga bahwa ibu dalam keadaan baik setelah melahirkan 6 hari ( ibu dan keluarga merasa senang ) .
2.   Mengingatkan pada ibu tanda-tanda nifas antara lain : Perdarahan yang berlebihan, pusing yang hebat, payudara dan perut bengkak, suhu badan menjadi tinggi atau rendah dan menganjurkan ibu untuk segera menghubungi Bidan atau petugas kesehatan lainya jika terdapat tanda-tanda bahaya nifas ( ibu mengerti )
3.   Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang seperti nasi, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan serta tidak perlu ada makanan yang dipantang ( ibu mengerti)
4.   Memberikan Konseling kepada ibu tentang laktasi dengan menganjurkan ibu memberikan ASI eklusif yaitu tidak memberikan makanan tambahan dan tanpa dibatasi oleh waktu selama 6 bulan ( ibu mengrti ).
5.   Konseling tentang personal higene selama nifas dan perawatan selama nifas.
6.   Menjelaskan berbagai macam alat kontrasepsi beserta kekurangan dan kelebihannya dari setiap alat kontrasepsi  ( ibu mengerti dan ibu berencana menggunakan suntik 3 bulan ).
7.   Mendokumentasikan semua asuhan yang diberikan.





      3.4 Asuhan Pada Bayi Baru Lahir
            Kamis,21 April 2011
            Jam 08.30 WIB
         A. SUBJEKTIF
           1. Identitas
                 Nama bayi                   : Bayi Ny.Y
                        Tanggal lahir/jam         : 21 april 2011, jam 06.20 WIB
                  2. Riwayat persalinan sekarang
                       a. Jenis Persalinan                     : Spontan
                       b. Penolong persalinan              : Bidan
                       c. Ketuban                                : Pecah spontan dengan warna jernih
         B. OBJEKTIF
           1. Keadaan Bayi baru Lahir
Warna kulit
Kemerahan
Usaha nafas
Menangis Kuat
Tonus otot
Gerakan Aktif

            2. Jenis Kelamin        : Perempuan

         C. ANALISIS
           Bayi Ny. Y BBL Normal
         D. PENATALAKSANAAN
1.   Mengeringkan tubuh bayi tanpa membersihkan verniks mulai dari muka,kepala sampai badan kecuali bagian tangan, mengganti kain yang basah dengan kain kering dan bersih.
2.   Mengikat dan memotong tali pusat setelah memberikan penyuntikan oksitosin, tali pusat diikat 3 cm dari pusat dengan benang tali pusat, dipotong 1.5 cm dari ikatan dan dibungkus dengan kain kasa steril.
3.   Melakukan IMD dengan meletakan Bayi di dada ibu selama 1 jam dan IMD tidak berhasil bayi hanya menempel di dada ibu.
4.   Memberi salep mata pada kedua mata bayi
5.   Menyuntikan Neo K di paha kiri
6.   Observasi tanda-tanda vital dan keadaan umum : Observasi telah dilakukan dengan hasil. Keadaan Umum baik, denyut jantung 130 x/menit, respirasi 48 x/menit, suhu 37  , perdarahan tali pusat tidak ada, nete ASI positif.
7.   Mempertahankan suhu bayi dengan melekatkan kulit ibu ke kulit bayi sesering mungkin.
   Jam 08.20 WIB
         A. SUBJEKTIF
           Ibu mengatakan bayinya menete kuat
         B. OBJEKTIF
           1. Keadaan Umum            : Baik
           2. Tanda-tanda vital
                       N : 135 x/menit             R : 46 x/menit               S : 37 ͦ C
           3. Warna kulit kemerahan, aktifitas baik, tonus otot kuat.
           4.  Antropometri
                 BB                               : 3600 gram
                 Panjang Badan            : 48 cm
                 Lingkar kepala            : 34 cm
                 Lingkar dada               : 34 cm
           5.   Pemeriksaan fisik
            a. Kepala
·         Ubun-ubun                   : Teraba lunak datar
·         Sutura                           : Molase tidak ada
·         Caput Succedananum   : Tidak ada
·         Cephal Hematom                      : Tidak ada
               b. Mata
·         Pendarahan                               : Tidak ada
·         Tanda-tanda infeksi      : Tidak ada
·         Konjungtiva                  : Merah muda
·         Sklera                            : Putih
               c. Telinga         : Simetris
               d. Hidung        : Simetris
               e.  Mulut                     
·         Bibir dan langit-langit  : Normal
·         Refleksi rooting                        : ada
·         Refleksi sucking                       : ada
               f. Leher
·         Pembengkakan kelenjar limfe   : Tidak ada
·         Pembesaran kelenjar tiroid                   : Tidak ada
·         Bejolan                                                 : Tidak ada
               g. Dada
·         Bentuk              : Simetris
·         Putting              : Areola sudah ada
·         Bunyi nafas                  : Bersih

               h. Bahu, lengan dan tangan
·      Putting susu       : lengkap
·      Refleksi jari        : Ada
·      Kelainan                         : Tidak ada
               i. Kulit             :
                           Warna kemerahan, tidak ada verniks caseosa, tidak ada bintik hitam dan tidak ada tanda lahir.
               j. Ano-genital
·         Genitalia           : labia mayora menutupi labia minora
·         Anus                 :  Berlubang
·         Kelainan           : Tidak ada
         C. ANALISIS
         BBL 2 jam dengan keadaan normal
         D. PENATALAKSANAAN
1. Memberitahu hasi pemeriksaan pada ibu dan keluarga
2. Merawat tali pusat, tali pusat basah dan tidak ada perdarrahan
3. Menganjurkan ibu terus memberikan ASInya pada bayi
4. Mempertahankan suhu tubuh bayi agar tetap hangat, bayi tampak nyaman dan hangat.


     21 April 2011
     Jam 12.30 WIB
         A. SUBJEKTIF
              Ibu mengatakan ASInya belum banyak keluar, Ibu juga mengatakan bayinya sudah BAK dan BAB.
         B. OBJEKTIF
         1. Keadaan umum             : Baik
         2. Tanda-tanda vital          :
N : 125x /menit           R : 45x/menit              S : 37
         3. Tali pusat bersih, belum lepas.
         C. ANALISA
         BBL 6 jam normal
         D. PENATALAKSANAAN
1. Mengajarkan ibu tentang perawatan tali pusat, dengan membiarkan tali pusat dalam keadaan terbuka tanpa membubuhi apapun, ibu mengerti dan mau melaksanakan.

2. Menganjurkan ibu untuk sesering mungkin memberikan ASInya pada bayinya.
3.   Memberitahu ibu tentang tehnik menusui yang benar
4. Menjelaskan pentingnya ASI eklusif pada ibu.
5. Memberitahu kunjungan ulang pada ibu.
Jumat, 22 April 2011
                        Jam 09.00
                  A.  Subjektif
                        1.   Ibu mengatakan bayinya belum kuat menete.
                        2.   Ibu mengatakan BAK dan BAB bayinya lancer.
                        3.   Ibu ingin diajarkan cara memandikan bayi.
                  B.  Objektif    
                        1.   Keadaan Umum                : Baik
                        2.   Tanda – Tanda Vital
                              T           : 123 x/menit
                              R           : 48x/menit
                              S           : 36,8°C
                        3.   Aktifitas bayi baik, reflex menghisap dan menelan baik.
                        4.   Tali pusat belum kering, tidak ada perdarahan.
                  C.  Analisa
                        BBL 1 Hari Normal.
            D.  Penatalaksanaan    
                  1.   Follow up tentang perawatan bayi dan ASI eksklusif.Memantau kembali tentang perawatan bayi, perawatan tali pusat, dan pemberian ASI eksklusif. Ibu dapat melakukan perawatan bayi, tali pusat basah tidak berbau dan tidak ada perdarahan dan ibu selalu memberikan ASI kepada bayinya.
                  2.   Memandikan bayi dan mengajarkan kepada ibu cara memandikan bayi yang benar. Ibu mengerti dan akan belajar memandikan bayinya.
                  3.   Memberikan injeksi HBo
                  3.   Menjelaskan kepada ibu tentang tanda – tanda bahaya pada bayi. Ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan dan mengatakan akan segera membawa bayinya ke tempat pelayanan kesehatan apabila ada tanda – tanda bahaya terjadi pada bayinya.

Rabu , 27 April 2011
            Jam, 09.00 WIB
                  A.  Subjektif
                        1.   Ibu mengatakan bayinya sudah menete kuat.
                        2.   Ibu mengatakan BAK dan BAB bayinya lancer.
                        3.   Ibu mengatakan tali pusatnya sudah lepas.
                        4.   Ibu menanyakan jadwal imunisasi.
                  B.  Objektif
                        1.   Keadaan Umum                : Baik
                        2.   Tanda – Tanda Vital
                              T           : 121 x/menit
                              R           : 46x/menit
                              S           : 36,9°C
                        3.   Aktifitas bayi baik, reflex menghisap dan menelan baik.
                        4.   Tali pusat kering, tidak ada perdarahan.
                  C.  Analisa
                        BBL 6 Hari Normal.
                  D.  Penatalaksanaan
                                      1.   Memberikan penjelasan tentang imunisasi pada ibunya, ibu mengerti dan mau bayinya di imunisasi.
                        2.   Menganjurkan ibu untuk membawa bayinya ke posyandu, puskesmas atau ke BPS setiap bulan untuk ditimbang dan mendapatkan imunisasi.
                                      3.   Mengingatkan kepada ibu untuk memberikan ASI-nya sesering mungkin, minimal 2 jam sekali. Ibu mengerti dan mau memberikan ASI-nya sesering mungkin.
                        4.   Memberikan jadwal kunjungan ulang untuk imunisasi BCG tanggal 21 Mei 2011.
                        5.   Melakukan dokumentasi.
     






BAB IV
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pemeriksaan kepada Ny.Y yang dilakukan sejak tanggal 22 maret2011 sampai dengan tanggal 27 mei 2011 dimulai dari kehamilan trimester 3, sampai 6 hari post partum dan pada bayi baru lahir secara komprehensif.
         4.1 Kehamilan
         Masa kehamilan pada Ny.Y selama dalam pemantauan dan hasil anamnesa berlangsung dengan baik dan di dapatkan dari buku catatan pemeriksaan ibu. Ny.Y memeriksakan kehamilan sebanyak 5 kali mulai dari usia kehamilan 3 bulan,mendapat tablet tambah darah sebanyak 50 tablet dan mendapatkan vitamin yang diberikan oleh bidan,diminum secara teratur dan imunisasi TT sebanyak 2 kali.
         Program ANC menurut kebijakan program,pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid, pemeriksaan ulang yaitu setiap bulan sampai umur kehamilan 28 minggu, dan 2 minggu sampai umur kehamilan 36 minggu, setiap 1 minggu setelah umur kehamilan 36 minggu. ( Wiknojossastro.2002:156 )
         4.2 Persalinan
         Persalinan pada Ny.Y pada kala I fisiologis.Kala satu diobsevasi dari mulai pembukaan 4 cm dan ada keluhan seperti mules, keluar lendir bercampur darah itu merupakan tanda-tanda persalinan dan hal itu fisiologis. Seperti pernyataan Booth ( 2004: 137-138 ) saat hamil leher rahim menghasilkan lender kental yang tetap dipintu leher rahim yang bekerja sebagai sumbat.Sumbat ini akan keluar ketika leher rahim mulai berubah. Setelah sumbatan lender leepas, leher rahim menghasilkan lender licin yang disebut “SHOW”. Seiring menipis dan membukanya leher rahim, pembuluh darah kecil pecah dan mewarnai lender tersebut yang disebut “ Bloody Show”.
         Adapun keadaan yang temukan pada kala I fase aktif sesuai dengan buku Affandi ( 2004:2-2 ) yang menyatakan bahwa fase aktif serviks membuka dari 4-10 cm,biasanya dengan kecepatan 1cm atau lebih per 30 menit, keadaan yang menunjukan hal tersebut  pada Ny.Y terlihat dari pembukaan 4 cm sampai dengan 10 cm hanya memerlukan waktu 60 menit.
         Kala II persalinan beerjalan dengan fisiologis.Diawali dengan tanda gejala kala II ibu merasa ingin meneran bersama dengan terjadinya kontraksi, ibu merasakan adanya peningkatan tekanan pada rectum dan vaginanya, perineum menonjol, vulva vagina dan spingter ani membuka, meningkatnya pengeluaran lender bercampur darah. Adapun lama kala II berlangsung selama 20 menit.Selain itu tidak ada penyulit pada kala II seperti distosia bahu yang bias dikarenakan jalan lahir dan bayi itu sendiri. Tak  ada lilitan tali pusat. Penanganannya sesuai dengan APN yaitu dengan saying ibu dan anak.
         Pada kala III penulis telah melakukan penangan manajemen aktif kala III seperti penyuntikan oksitosin 1-2 menit setelah bayi lahir, setelah itu melakukan IMD ( Inisiasi Menyusu Dini ) yang berfungsi sebagai stimulasi putting yang akan merangsang terbentuknya oksitosin sehingga terjadi kontraksi uterus baik dan melakukan penanganan tali pusat terkendali tanpa memijat uterus sebelum adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yang dikatakan varney ( 2005:461).
         Pada kasus Ny.Y plasenta lahir secara spontan 5 menit setelah bayi lahir sesuai dengan seharusya berlangsung antara 5-10 menit (Varney,2004:453).
         Adapun mules pada Ny.Y rasakan adalah fisiologis seperti diunggkapkan Wiknojosastro ( 2005:238) otot-otot uterus berkontraksi segera setelah post partum. Pembuluh-pembuluh darah yang berada diantara anyaman otot-otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan perdarahan setelah plasenta lahir. Selain itu, anjurkan ibu untuk makan dan minum, juga anjurkan ibu unttuk istirahat, tetap pantau ibu selama 2 jam post partum sebagai antisipasi terjadinya perdarahan post partum.
         4.3 Nifas
               Masa nifas Ny.Y berjalan fisiologis, meskipun pada 6 jam postpartum ibu masih mengeluh mules.Perasaan mules ini lebih terasa bila sedang menyusui.
         Proses laktasi yang terjadi pada Ny. H berlangsung baik, kolostrum sudah ada sejak kehamilan 9 bulan, bayi diperkenalkan menete segera setelah lahir dengan Inisiasi Menyussu Dini (IMD).
         Walaupun proses laktasi berjalan dengan baik penulis tetap mengingatkan kembali bahwa proses laktasi terbagi menjadi 2 yaitu pembentukan dan pengeluaran ASI. Pembentukan ASI dipengaruhi hormone prolactin sedangkan pengeluaran ASI ditentukan oleh oksitosin ( Varney, 2004:552 ). Maka pada waktu Ny.Y post partum 1 hari penulis melakukan pijat oksitosi sebagai upaya memperlancar proses laktasi Ny.Y. Umumnya produksi ASI baru berlangsung pada hari ke 2-3 post partum.Pada hari-hari pertama ASI mengandung kolostrum, yang merupakan cairan kuning lebih kental daripada ASI, mengandung banyak protein dan albumin dan bagus untuk bayi baru lahir.
         Karena itulah memotivasi ibu untuk terus menusui bayinya karena produksi susu berikutnya tergantung pada stimulus hisapan bayi pada payudara. Prolactin inhibiting factor ditekan oleh stimulus hisapan(varney,2004:552). Selain itu kontak langsung ibu dan janin dan emosi ibu mempengaruhi pelepasan ASI.Selain itu, anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi agar volume ASI bertambah banyak.
         Adapun anamnesa ibu dan pemeriksaan 1 hari post partum,ASI mulai banyak dan ini merupakan hal fisiologis pada masa nifas .
         Lochea yang keluar pada 6 jam, 6 hari, 2 minggu post partum dan 6 minggu post patum merupakan hal yang fisiologis sesuai dengan teori Henderson (2005:477) yaitu lochea rubra berwarna merah terdiri dari darah dan siisa plasenta dan berlansung 2-3 hari,lochea serosa berwarna merah muda terdiri dari darah encer dan jaringan desidua berlangsung 4-5 hari,dan lochea alba berwarna kuning keputihan terutama terdiri dari leukosit berlangsung pada hari ke-10.
         Adapun involusi uteri pada masa nifas Ny.Y berlangsung fisiologis sesuai dengan pernyataan Wiknojosastro (2005-237) setelah janin dilahirkan fundus uteri kira-kira setnggi pusat, segera setelah lahir, TFU 3 jari dibawah pusat. Uterus menyerupai buah alpukat berukuran 12 cm dan tebak 10 cm dinding uterus sendiri kurang lebih 5 cm, sedangkan pada bekas implantasi plasenta lebih tipis daripada bagian lain. Pada hari ke-5 post partum uterus kurang lebih tinggi 7 cm atas simfisis atau pertengahan simfisis pusat, sesudah 12 hari uterus tidak di raba lagi di atas simfisis.
     4.4 Bayi Baru lahir
         Bayi Ny.Y tidak memiliki penyulit saat lahir. Bayi langsung menangis spontan , gerakan aktif, warna kulit kemerahan.Tidak terdapat tanda bahaya bayi baru lahir. Tidak ada kelainan, bayi sudah BAK dan BAB 6 jam pasca lahir. Adapun tinja bayi berwarna kehitaman, lengket lembek dan itu merupakan hal yang fisiologis yang disebut meconium. Feses bayi dengan ASI akan berwarna hijau keemasan, lunak tampak seperti biji. Feses bayi yyang menyusui dengan botol akan berwarna coklat gelap, lengket dan berbentuk ( Varney : 2004: 500 )
         Proses Ininsiasi Menyusu Dini (IMD) yang dilakukan setelah bayi lahir dan penilaian pada bayi baru lahir, jepit-jepit potong kemudian letakan tengkurap diatas perut ibu, dibawah putting antara 2 payudara ibu. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pengeluaran plasenta merangsang kontraksi uterus ( APN,2007). Pada bayi Ny.Y IMD berlangsung baik selama 1 jam.
         Asuhan tindakan preventif dalam pencegahan penyakit Hepatitis B seharusnya diberikan 1 jam setelah 1 jam pemberikan Neo K.
         Adapun asuhan pada bayi baru lahir seperti pencegahan infeksi pada mata diberikan salep mata setelah satu dilahirkan dan pemberian Neo K  injeksi 1mg intramuskuler paha kiri, untuk mencegah perdarahan otak.( Depkes,2007:105-106).
         Pada hari ke-1 tali pusat masih basah, adapun peerawatan yang dipakai adalah sesuai dengan buku acuan APN ( 2007:99). Alcohol atau betadine tidak digunakan lagi sebagai kompresan tali pusat lembab dan basah. Dimana kondisi tersebut merupakan tempat potensial bakteri pathogen, maka pada bayi Ny.Y  dibiarkan tetap kering dan bersih dan tidak memakai kompresan apapun.
















                                 BAB V
                           KESIMPULAN
          5.1 Kesimpulan
         Dari pembahasan kasus pada Ny.Y di BPS Bidan E Kp.Gandamirah Desa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong Garut Tahun 2011 didapatkan bahwa :
·         Asuhan kebidanan pada kehamilan telah diberikan sesuai dengan standar  pelayanan ANC.
·         Asuhan kebidanan pada persalinan kala I,II,III dan IV berlasung secara fisiologis.
·         Asuhan kebidanan pada masa nifas dilakukan pada post partum 2 jam, 6 jam, 1 hari, dan 6 hari. Asuhan yang diberikan pada ibu sesuai standar asuhan post partum.
·         Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dapat dilaksanakan dan berkelanjutan dan dilakukan sesuai standar asuhan bayi baru lahir.



         5.2       Saran
         5.2.1    Bagi Mahasiswa Kebidanan
Mahasiswa kebidanan diharapkan selalu memberikan asuhan kebidanan secara optimal serta selalu meningkatkan pengetahuan tentang ilmu kebidanan.
         5.2.2    Bagi Tempat Praktek
Secara umum pelaksanaan asuhan kebidanan di BPS sudah memenuhi standar.